Komunikita
3 min read595

BRIN Kembangkan ANG sebagai Pengganti LPG, Potensi Tekan Subsidi hingga Rp26 Triliun

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) yang diproyeksikan menjadi salah satu alternatif penggunaan LPG di Indonesia. Inovasi tersebut berpotensi mengurangi beban subsidi LPG hingga Rp26 triliun.

O

OP Admin

Published in Komunikita

Loading...
BRIN Kembangkan ANG sebagai Pengganti LPG, Potensi Tekan Subsidi hingga Rp26 Triliun

Teknologi ANG diperkenalkan dalam pemaparan hasil riset BRIN kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kepala BRIN Arif Satria bersama sekitar 150 periset menyampaikan sejumlah hasil penelitian dan inovasi yang sedang dikembangkan. Salah satu perhatian diarahkan pada teknologi energi yang dapat memanfaatkan sumber daya dalam negeri.

ANG Manfaatkan Gas Alam

ANG atau Adsorbed Natural Gas merupakan teknologi penyimpanan gas alam dengan menggunakan material adsorben.

Teknologi tersebut menawarkan cara berbeda dalam memanfaatkan gas alam sebagai sumber energi. Gas alam yang disimpan melalui sistem adsorpsi kemudian dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Pengembangan ANG diarahkan untuk membuka peluang penggunaan gas bumi sebagai alternatif terhadap LPG, terutama dalam rangka mengurangi ketergantungan pada pasokan LPG dari luar negeri.

Berpotensi Kurangi Subsidi LPG

BRIN menyebut penerapan teknologi ANG berpotensi memberikan dampak terhadap anggaran subsidi energi.

Jika digunakan secara luas sebagai alternatif LPG, teknologi tersebut diproyeksikan dapat mengurangi beban subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan BRIN terus mengembangkan teknologi ANG sebagai bagian dari riset energi nasional.

Namun, angka tersebut merupakan proyeksi potensi, bukan penghematan anggaran yang sudah terealisasi. Nilai penghematan sebenarnya nantinya akan sangat bergantung pada tingkat penggunaan teknologi, biaya penerapan, infrastruktur, dan kondisi pasar energi.

Sumber Energi dari Dalam Negeri

Pengembangan ANG juga berkaitan dengan upaya meningkatkan pemanfaatan gas alam domestik.

Indonesia memiliki sumber daya gas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi. Pemanfaatan gas tersebut secara lebih luas dapat membantu memperkuat ketahanan energi.

Dengan adanya alternatif berbasis gas alam, kebutuhan terhadap LPG dapat ditekan secara bertahap apabila teknologi telah memenuhi aspek teknis dan ekonomi.

BRIN Paparkan Inovasi kepada Prabowo

Teknologi ANG menjadi salah satu inovasi yang dipaparkan dalam pertemuan BRIN dengan Presiden Prabowo.

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 150 periset. Para peneliti menyampaikan hasil riset yang dinilai dapat memberikan manfaat strategis bagi Indonesia.

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil penelitian dalam negeri agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan nasional.

Keamanan dan Efisiensi Jadi Perhatian

Sebelum dapat diterapkan secara luas, teknologi ANG masih membutuhkan proses pengujian.

Keamanan penyimpanan dan penggunaan gas menjadi faktor utama. Sistem penyimpanan harus dirancang agar aman dan mampu digunakan secara konsisten.

Selain itu, aspek distribusi dan infrastruktur juga harus dipersiapkan. Pengembangan ANG perlu didukung jaringan yang memadai agar teknologi tersebut dapat digunakan secara efektif.

Dari sisi ekonomi, biaya penerapan juga perlu diperhitungkan. Teknologi harus mampu memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Peluang Mengurangi Ketergantungan LPG

Jika teknologi ANG berhasil mencapai tahap implementasi secara luas, pemanfaatan gas alam dapat menjadi salah satu pilihan baru bagi kebutuhan energi masyarakat.

Penggunaan sumber energi domestik juga berpotensi membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Selain itu, diversifikasi energi dapat membuat sistem penyediaan energi nasional lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan kondisi pasar energi global.

Menunggu Tahap Implementasi

Pengembangan ANG menunjukkan upaya BRIN menghadirkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai teknologi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi.

Potensi pengurangan subsidi hingga Rp26 triliun menjadi salah satu manfaat yang disoroti. Namun, realisasi manfaat tersebut tetap membutuhkan proses panjang, mulai dari riset, pengujian, penyempurnaan teknologi, hingga penerapan.

Keberhasilan ANG nantinya akan ditentukan oleh kemampuan teknologi memenuhi standar keselamatan, efisiensi, ketersediaan infrastruktur, serta keekonomian.

Apabila seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, teknologi ANG berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk memperluas pemanfaatan gas bumi sekaligus mendukung penguatan ketahanan energi Indonesia.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles