Komunikita
•2 min read•408

Penguatan Devisa Negara: Bahlil Sebut Nilai Ekspor Nikel Melampaui USD 40 Miliar Berkat Hilirisasi

TANGERANG — Kebijakan hilirisasi komoditas tambang secara konsisten menunjukkan dampak positif terhadap penguatan devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional. Nilai ekspor nikel olahan Indonesia berhasil menembus rekor baru melebihi angka 40 miliar dolar AS, dan pemerintah mematok target peningkatan hingga sedikitnya 45 miliar dolar AS pada tahun 2026.

O

OP Admin

Published in Komunikita

Loading...
Penguatan Devisa Negara: Bahlil Sebut Nilai Ekspor Nikel Melampaui USD 40 Miliar Berkat Hilirisasi

Penegasan mengenai capaian strategis tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) di BSD, Tangerang.

Lompatan Nilai Tambah dan Kenaikan Pesat Ekspor

Bahlil menjelaskan bahwa keberhasilan menembus angka ekspor di atas 40 miliar dolar AS merupakan bukti nyata efektivitas kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah (raw material). Pengolahan di dalam negeri terbukti memberikan peningkatan nilai tambah yang luar biasa bagi pendapatan negara.

"Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," tegas Bahlil Lahadalia.

Lompatan capaian ini mencatatkan kenaikan yang sangat tajam jika dibandingkan dengan kurun 2017–2018, di mana nilai ekspor nikel mentah Indonesia hanya berkisar 3,3 miliar dolar AS. Angka tersebut melambung tinggi menjadi 34 miliar dolar AS pada 2023 hingga akhirnya sukses melampaui rekor 40 miliar dolar AS.

Peta Jalan Hilirisasi Lintas Sektor Targetkan USD 618 Miliar pada 2040

Guna memacu pertumbuhan ekonomi jangka panjang, pemerintah telah menyusun peta jalan (master plan) hilirisasi nasional hingga tahun 2040. Peta jalan ini diproyeksikan mampu menarik potensi akumulasi investasi secara berkelanjutan mencapai 618 miliar dolar AS.

Cakupan agenda hilirisasi jangka panjang ini dirancang secara terintegrasi, tidak hanya terbatas pada sektor mineral dan batu bara, tetapi juga merambah ke sektor minyak dan gas bumi, kehutanan, kelautan dan perikanan, hingga sektor pertanian.

Penerapan Industri Hijau dan Pemberdayaan Usaha Daerah

Menjawab tuntutan pasar global terhadap kelestarian lingkungan, pemerintah mendorong para pelaku industri untuk mentransformasi fasilitas pengolahan nikel menuju standar industri hijau berbasis energi baru terbarukan (green energy dan green industry). Produk berbasis lingkungan ini diyakini memiliki nilai jual dan daya saing yang jauh lebih tinggi di pasar internasional.

Selain menarik investasi berskala besar, ekosistem hilirisasi dipastikan membuka ruang partisipasi luas bagi pengusaha nasional dan UMKM daerah, mempercepat proses transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles