Komunikita
•2 min read•476

Aksi Tanggap Darurat Karhutla: Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Maksimal di TN Tanjung Puting

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan instruksi dan atensi khusus terhadap upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Penguatan sarana pemadaman serta ketersediaan sumber air disiapkan secara cepat guna menghentikan penyebaran titik api di wilayah konservasi tersebut.

O

OP Admin

Published in Komunikita

Loading...
Aksi Tanggap Darurat Karhutla: Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Maksimal di TN Tanjung Puting

Instruksi tegas ini disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas evaluasi penanganan karhutla bersama kementerian dan lembaga terkait di Jakarta.

Tantangan Medan Rawa dan Penambahan 200 Pompa Air

Dalam rapat evaluasi tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan bahwa lokasi kebakaran berada di bentang alam rawa yang sulit diakses kendaraan pemadam darat. Kondisi geografis ini menyebabkan petugas di lapangan sangat membutuhkan pasokan pompa air portabel untuk melakukan pemadaman secara fleksibel.

Merespons laporan kebutuhan 50 unit pompa air dari lokasi, Presiden Prabowo langsung mengambil keputusan untuk melipatgandakan alokasi bantuan peralatan pemadam.

"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," ujar Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas dalam rapat.

Alokasi Dana Rp2 Miliar untuk Pembangunan 200 Sumur Bor

Guna mempermudah pasokan air di kawasan rawa TN Tanjung Puting, strategi penanggulangan dilanjutkan dengan pengerjaan sumur bor air dangkal berkedalaman 10 hingga 15 meter pada titik-titik strategis.

Presiden Prabowo menyetujui pengalokasian anggaran sebesar Rp2 miliar untuk membangun 200 titik sumur bor air. Pembuatan sarana air tersebut diinstruksikan untuk melibatkan serta memberdayakan warga lokal sekitar kawasan.

Dampak Kebakaran Capai 513 Hektare di Area Lahan Mineral

Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, luas kawasan yang terdampak karhutla di TN Tanjung Puting saat ini tercatat seluas 513,89 hektare.

Suharyanto menjelaskan bahwa meskipun kawasan tersebut berada dalam ekosistem bentang alam rawa, vegetasi yang terbakar mayoritas berada di area lahan mineral, sehingga penyediaan pasokan air dan pemadaman darat menjadi faktor kunci.

Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Hutan Konservasi

Atensi penuh dan langkah cepat tanggap yang diberikan Presiden Prabowo bertujuan untuk memastikan habitat penting di TN Tanjung Puting terlindungi dari dampak kebakaran yang meluas.

Upaya percepatan pemadaman ini sekaligus memprioritaskan perlindungan bagi keanekaragaman hayati kawasan, termasuk menjaga populasi satwa langka yang dilindungi seperti orangutan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles