
Pengumuman strategis tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Menlu Sugiono membawa pesan utama Presiden Prabowo Subianto dengan menekankan pentingnya meredam polarisasi dunia serta mengutamakan peran penengah yang objektif dalam menjaga stabilitas geopolitik internasional.
Sugiono Umumkan Pencalonan Indonesia di PBB
Pengumuman pencalonan Indonesia disampaikan Menlu Sugiono secara langsung di hadapan para delegasi negara peserta Sidang Majelis Umum PBB. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen berkelanjutan Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam meredakan ketegangan internasional. Pengalaman panjang Indonesia dalam mempraktikkan diplomasi bebas-aktif menjadi dasar kuat dalam penggalangan dukungan internasional.
“Yang Mulia Presiden, dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” ujar Sugiono di podium PBB.
Bawa Pesan Prabowo: Dunia Harus Semakin Mendekat
Dalam pidatonya, Menlu Sugiono mengingatkan kembali amanat Presiden Prabowo Subianto agar negara-negara dunia tidak saling menjauh di tengah ancaman perpecahan geopolitik. Indonesia bertekad memulihkan kepercayaan pada tatanan multilateralisme serta mempertahankan ruang dialog yang terbuka bagi semua pihak.
“Satu tahun yang lalu, Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar kita semakin mendekat, bukan justru menjauh satu sama lain. Hari ini, saya meneruskan seruan tersebut,” tegas Sugiono.
Indonesia Janjikan Dialog Terbuka Jika Terpilih
Apabila diberikan kepercayaan menduduki posisi anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia berkomitmen untuk merangkul seluruh pihak tanpa membeda-bedakan blok kekuatan. Penegakan hukum internasional dan Piagam PBB dipastikan akan menjadi pijakan utama untuk menyelesaikan potensi konflik global secara adil.
“Indonesia akan berupaya menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesamaan pandangan, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata,” ucap Sugiono.
Prinsip Bebas Aktif Jadi Landasan Diplomasi
Prinsip politik luar negeri bebas-aktif ditegaskan sebagai fondasi mendasar dalam pencalonan ini. Landasan tersebut memberikan independensi bagi Indonesia untuk membangun hubungan baik dengan semua negara tanpa terikat pada kepentingan geopolitik kelompok tertentu.
"Seribu Kawan Masih Terlalu Sedikit"
Menlu Sugiono juga mengutip filosofi diplomasi Presiden Prabowo mengenai pentingnya mengeliminasi permusuhan di tingkat internasional.
“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto di podium ini pada tahun lalu: seribu kawan masih terlalu sedikit, dan satu musuh sudah terlalu banyak,” kutip Sugiono.
Pedoman ini mendasari komitmen Indonesia untuk terus menjangkau berbagai kemitraan di forum-forum strategis seperti ASEAN, G20, D-8, BRICS, MIKTA, hingga PBB.
Indonesia Ingin Perkuat Peran di Sistem Multilateral
Selain menjaga saluran komunikasi antarnegara, pencalonan Indonesia bertujuan untuk memperkuat efektivitas sistem multilateralisme. Kehadiran Indonesia di DK PBB diharapkan mampu menjembatani perbedaan norma menjadi bentuk kerja sama yang konkret.
Menuju Kursi DK PBB Periode 2029-2030
Proses pemilihan anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030 akan ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara di Majelis Umum PBB. Berbekal rekam jejak diplomasi yang seimbang, Indonesia optimistis mampu menduduki posisi penengah yang tepercaya di PBB.
Pesan Perdamaian Jadi Bagian Utama Pencalonan
Pernyataan resmi Menlu Sugiono memperlihatkan bahwa pesan persatuan dan kesetaraan dialog menjadi inti dari kampanye diplomasi Indonesia. Indonesia menegaskan posisinya sebagai penggerak utama terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia yang inklusif.










